Jakarta, REVOLUSI.co.id- Rakyat Indonesia harus menerima kepahitan yang nyata dari pemerintahan Presiden Prabowo, pil pahit yang kini mengguncang Indonesia diakibatkan melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang kini semakin melambung, bahkan menyentuh pada level Rp. 18.000,- per dolar AS.
Setelah dikagetkan dengan lemah nya rupiah terhadap dolar AS, kini Rakyat Indonesia dikagetkan dengan pindah nya harga BBM jenis Pertamax, harga Pertamax yang semula Rp. 12.220/ liter, kini berpindah harga menjadi 16.250/liter.
Kenaikan harga BBM jenis Pertamax tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari pemerintah, membuat masyarakat pengguna kendaraan syok berat. Bahkan itu bukan lagi disebut sebagai kenaikan harga BBM tapi pergantian harga, karena yang awalnya harga Pertamax Rp. 12.220/ liter kini berganti harga menjadi Rp. 16.250/liter.
Hebat nya Pemerintahan Prabowo dalam menaikan harga BBM jenis Pertamax tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, dan secara tiba - tiba, setiap SPBU telah menaikan harga BBM jenis Pertamax per Rabu pukul 00.00 WIB.
Inilah bentuk kegagalan Pemerintahan Indonesia dibawah Presiden Prabowo, yang selalu menganggap enteng setiap permasalahan, salah satunya melemahnya rupiah terhadap dolar AS dianggap main - main dan tidak ada dampak. Padahal rakyat sudah menjerit karena harga bahan pokok melambung tinggi, namun Presiden Prabowo malah menyebut nya "Orang desa tidak menggunakan dolar.